Anggaran untuk Proyek Satelit Satria Dipertanyakan Oleh DPR


Sumber dana yang akan digunakan oleh Kementerian Komunifikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk membangun Satelit Satria dipertanyakan oleh Komisi I DPR. Dikatakan bahwa Anggaran untuk pembuatan Satelit Satria tersebut tidak jelas oleh Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha dari Fraksi PPP.

"Pertama ketidakjelasan itu. Berapa sih harga Satelit itu dan juga berapa harga ground segment-nya. Sama sekali tidak dijelaskan oleh Pak Menteri berapa Anggaran yang dibutuhkan," ungkapnya dalam RDP di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Memang Kemenkominfo pernah membahas perihal anggaran yang nantinya digunakan untuk membuat Satelit Satria tersebut yakni mencapai Rp81 triliun, ujar Syaifullah.  Namun, Syaifullah mengaku tidak mengetahui lebih dalam lagi bagaimana evaluasi untuk rencana anggaran tersebut.

Lebih lanjut, Syaifullah menilai, negara akan terbebani jika nilai proyek Satelit Satria mencapai puluhan triliun. Dia memperkirakan, Pemerintah hanya mampu menanggung Anggaran untuk proyek sebesar Rp3,1 triliun.

"Kalau mengandalkan dari APBN hanya bayar Rp3,1 triliun, kita sangat mendukung, tapi kalau soal Anggaran yang begitu besar ini menjadi problem. Anggaran menjadi problem di setiap lembaga dan Kementerian," ujarnya.

Di sisi lain, Syaifullah mengingatkan bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kemkominfo jauh lebih rendah dari nilai proyek Satelit Satria. Syaifullah juga mengaku ragu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memenuhi permintaan Kemkominfo jika mengandalkan APBN. Sebab, dia menyebut, Kemenkeu tidak pernah hadir untuk membahas proyek tersebut.

"Kalau tidak ada jaminan dari Menteri Keuangan dari mana kita bisa membayar proyek Satria ini," katanya.

Menanggapi hal itu, Pengamat Telekomunikasi Heru Sutadi, menyarankan agar Proyek Satria dibatalkan saja ketimbang menjadi beban keuangan negara.


"Kita sudah ada pelajaran pahit dari pengadaan Satelit komunikasi pertahanan nasional yang gagal total di periode pertama Presiden Jokowi. Baiknya batalkan saja Satria," ungkapnya.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Dipanggil KPK, Ada Apa?

Aspirasi Umat Islam Siap Dikawal PPP di Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Bamsoet Ingin KPK Selesaikan Kasus Century