Posts

Showing posts from February, 2020

Rute Mangkang-Kendal Siapkan 14 Trans Jateng untuk Pelayanan Transportasi

Image
sumber:  Mapio.net Warga Kendal bakal menikmati moda transportasi murah yakni Trans Jateng. Rencananya ada 14 unit bus Trans Jateng yang akan melayani rute Mangkang-Weleri. Koridor III ini akan dioperasional pada 28 Oktober 2019 di Alun-alun Kendal. Bus Trans Jateng melayani masyarakat dengan rute dari Terminal Mangkang salah satu Terminal Semarang hingga ke Terminal Bahurekso di Kecamatan Weleri, Kendal.  Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Suharjo, mengatakan, pemerintah selalu berupaya meningkat layanan moda transportasi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Salah satunya dengan menambah rute Trans Jateng untuk koridor tiga yaitu Semarang Kendal.  "Rencananya peluncuran rute akan dilaksanakan Senin 28 Oktober 2019 di Alun-alun Kendal dan diluncurkan Gubernur Jateng,"  kata dia, Senin (21/10).  Tahap awal akan terdapat sekitar 14 unit bus yang beroperasi di Kendal. Bus beroperasi setiap hari mulai pukul 6.00 hingga pukul 18.00. Jarak interval...

Ilmuwan Komputer Larry Tesler Tutup Usia di Umur 74 Tahun

Image
sumber:  TIMES Indonesia Pada hari Kamis (20/2/2020) kemarin penemu format cut, copy dan paste di perangkat teknologi khususnya desktop, Larry Tesler tutup usia di umur 74 tahun. Larry Tesler merupakan ilmuwan komputer yang memberikan kemudahan untuk orang dalam pekerjaannya. Larry yang lahir di New York, Amerika Serikat 24 April 1945 merupakan lulusan ilmu matematika di Universitas Stanford pada tahun 1961. Dengan wafatnya Larry ini sudah pasti meninggalkan duka yang berat untuk orang-orang terkasih, namun penyebab dari meninggalnya Larry ini tidak dijelaskan. Di dunia teknologi, sosok Larry memang kurang terkenal dibandingkan nama-nama seperti Steve Jobs atau Bill Gates yang memiliki perusahaan teknologi global Apple dan Microsoft Namun, Larry memiliki peran penting dalam menciptakan interaksi pengguna dengan perangkat teknologi. Dia mewariskan format cut, Copy, dan Paste yang kini banyak diadopsi untuk berbagai macam perangkat. Ilmuwan itu menemukan konsep cut, Cop...

Beberapa Seminar Achmad Baiquni Ikuti Guna Asah Kemampuannya Mengelola Bank

Image
Memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah menetapkan  Achmad Baiquni   sebagai Direktur Utama menggantikan Gatot M Suwondo yang telah habis masa jabatannya. Baiquni sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.‎ Dia diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI pada  tanggal 20 Mei 2010.  Dalam hal pendidikan‎,  Baiquni  meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina  pada 1992.  Kemampuannya mengelola bank terus diasah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan sem...

Askolani Jadi Komisaris Baru, Achmad Baiquni Tetap Jadi Dirut BNI

Image
sumber: Tirto Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (30/8), Kementerian BUMN merombak susunan pengurus PT Bank Negara Indonesia Tbk (B BNI , anggota indeks Kompas100). Meskipun diketahui pada susunan pengurus  BNI   sudah dirombak, terkecuali posisi yang di jabat oleh   Achmad Baiquni  yang menjabat sebagai Direktur Utama tidak dirubah dalam RUPSLB tersebut. Tetapi pada RUPSLB yang sudah diselenggarakan itu,  BNI   mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan  BNI  guna menggantikan Anggoro Eko Cahyo. Sebelumnya Ario pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Luar Negeri  BNI  Tokyo. Adapun Anggoro digeser menjadi Direktur Konsumer  BNI . "RUPSLB juga memberhentikan dengan hormat Catur Budi Harto sebagai Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan  BNI ," kata Ario usai RUPSLB, Jumat (30/8). Posisi Catur diisi Tambok PS Simanjuntak yang semula menjabat sebagai Direktur Konsumer. Se...

TKA Mendapat Pengawasan dari Pemprov Hateng untuk Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Image
Sebagai langkah antisipasi penyebaran novel CoronaVirus (nCoV) atau lebih dikenal dengan sebutan Virus Corona, Pemerintah Provinsi Jateng melakukan pantauan terhadap pekerja tiongkok. Kepala Disnakertrans Jateng Sakina Rosellasari mengatakan, berdasarkan data Disnakertrans Jateng, di provinsi ini jumlah pekerja asing mencapai 16.398 orang.  Dari total tersebut, pekerja asal Tiongkok paling sebesar 33 persen atau 5.510 orang. Disusul Korea Selatan 2.288, Jepang 1.627 orang, Taiwan 1.474 orang, India 627 orang dan sisanya 4.872 orang berasal dari negara lain, ujarnya, Rabu (5/2/2020). Dari data itu, lanjutnya, sebanyak 1.982 orang tenaga kerja asing, hanya bekerja di Jateng. Sedangkan, sisanya adalah pekerja yang juga memiliki lokasi kerja di provinsi lain. Para pekerja asing tersebar di beberapa kabupaten atau kota di Jawa Tengah. Seperti, Jepara, Grobogan, Sukoharjo, Semarang dan Cilacap, katanya. Terkait dengan pemantauan pekerja asing sebagai upaya Pemprov dalam antisipas...

Anggaran untuk Proyek Satelit Satria Dipertanyakan Oleh DPR

Image
Sumber dana yang akan digunakan oleh Kementerian Komunifikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk membangun Satelit Satria dipertanyakan oleh Komisi I DPR. Dikatakan bahwa Anggaran untuk pembuatan Satelit Satria tersebut tidak jelas oleh Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha dari Fraksi PPP. "Pertama ketidakjelasan itu. Berapa sih harga Satelit itu dan juga berapa harga ground segment-nya. Sama sekali tidak dijelaskan oleh Pak Menteri berapa Anggaran yang dibutuhkan," ungkapnya dalam RDP di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Memang Kemenkominfo pernah membahas perihal anggaran yang nantinya digunakan untuk membuat Satelit Satria tersebut yakni mencapai Rp81 triliun, ujar Syaifullah.  Namun, Syaifullah mengaku tidak mengetahui lebih dalam lagi bagaimana evaluasi untuk rencana anggaran tersebut. Lebih lanjut, Syaifullah menilai, negara akan terbebani jika nilai proyek Satelit Satria mencapai puluhan triliun. Dia memperkirakan, Pemerintah hanya m...